Minggu, 18 September 2011

Secarik Kertas Untuk Sahabatku


       Dalam tiap langkah kaki menapak, aku ada. Dalam tiap hari menjelang, aku pun terbit. Laksana mentari di atas sana yang tak bosan menerangi sekalipun banyak awan nakal sesekali menutup indah terangnya, juga seperti tiap ibu yang mengasihi anaknya sekalipun banyak durhaka tercipta dalam tiap langkah menuju kedewasaan... aku tetap di sana. Menyunggingkan sebuah senyum sambil mengawasi tiap mereka yang butuh aku.
      Sama seperti Rupiah yang bermimpi tuk jadi Dollar, ia pun dulu adalah seorang pemimpi. Hidup dalam impian terbayang indahnya dunia luar. Namun kini, mimpi itu selangkah demi selangkah telah menuju puncaknya. Lihat bagaimana mudahnya sebuah perubahan itu tercipta. Hanya perlu menambahkan 1 huruf tuk jadi berbeda, seorang yang berguna. Dari “pemimpi” tuk jadi “pemimpin” kita hanya perlu menambahkan sebuah “n”. Lalu, bagaimana dengan kalian?
     Aku mampu hadir dalam tiap hati, kecuali jika ambisi berlebih, dengki, kerakusan, serta dendam yang telah menempati posisinya terlebih dulu. Namun, aku akan tetap menunggu. Menanti dan terus menanti. Sampai semua yang membutuhkanku sudah tak ada lagi di dunia ini.
     Sama seperti hari-hari sebelumnya, hari ini aku tetap menemaninya. Melangkah bersama dalam tiap suka dan dukanya. Menguatkan hatinya di kala gundah dan saat semua hitam memenuhi kalbunya. Bagi gadis ini, akulah pengubah hidupnya. Sedikit demi sedikit, topeng yang selama ini dikenakannya sudah mulai dilepas. Mantel imam yang selama ini dihindari sentuhannya pun sudah mulai dikenakannya kembali. Hidupnya sudah jauh lebih indah dibandingkan dulu. Masih ingat kala itu, saat ia sudah sangat putus asa. Hanya kematian yang jadi jawaban baginya. Hanya tinggal hitungan menit tuk sampai kembali kepada Pencipta. Namun, saat itu dia menangis. Meratap dan mengutuk diri atas semua dosa yang telah terukir. Karena itu, aku hadir. Kembali memulihkan kalbunya yang sudah terlanjur terluka parah.

    Hingga kini, hanya dalam hitungan tahun, ia akan jadi seorang yang berbeda. Seorang yang mampu berbuah tuk sesamanya. Oleh karena itu, aku tetap menemani. Mengawasi tiap harinya sampai sang Pemimpi tak perlu lagi lelah bermimpi. Biarlah sayap itu mampu terbentang lebar atas birunya sangkakala. Ya... sebagai sang Pemimpin... baik atas sesama makhluk ciptaan-Nya maupun atas dirinya sendiri.
Sekarang, aku rasa kalian sudah dapat menebak siapa aku. Aku adalah cinta kasih, ketulusan, dan semua indah yang telah Tuhan ciptakan tuk kalahkan keegoisan diri. Mudah rasanya tuk melangkah lurus ke depan, tapi tak semua mereka memiliki aku. Alhasil, hanya usaha hampa tanpa ada sedikitpun kepuasan yang dihasilkan. Jika hanya Rupiah yang dijadikan patokan kesuksesan, akankah itu bisa untuk selamanya? Jika hanya Rupiah yang dijadikan pemuas kehidupan, benarkah kebahagiaan itu ada?
      Sama seperti para dokter di luar sana. Mereka diibaratkan sebagai penyembuh sakit. Inilah akar konflik yang telah eksis dan terus berkembang. Pandangan yang terlalu positif itu seringkali jadi bumerang bagi rekan-rekan lainnya. Apakah seorang dokter dikatakan sukses hanya dengan menilai jumlah Rupiah yang dihasilkannya per bulan? Benarkah itu yang terikrar dalam Sumpah Dokter tanda kelulusan? Bagiku, kesuksesan seorang dokter adalah mereka mampu menyembuhkan sesama, baik jasmani maupun mentalnya. Lantas, benarkah jika seorang dokter hanya melakukan cek TTV (tanda-tanda vital) seadanya saja yang bahkan dapat dihitung dalam detik lalu menulis resep seadanya itu dikatakan bahwa mereka telah mendedikasikan diri dan gelar mereka tuk sesama? Ingat kawan, memang waktu adalah uang, namun tak setiap detik boleh kau ibaratkan sebagai Rupiah.
    Seorang kaya yang mandi di atas tiap puing Rupiah, benarkah mereka dapat dikatakan telah meraih kesuksesan? Benarkah hartanya dapat menemaninya jika hanya ada kematian menjemput? Bukankah hidup itu indah jika kita berarti bagi sesama? Yang dapat menilai eksistensi diri kita hanyalah orang lain. Demikianlah seperti bibir dan pipi yang sangat berdekatan. Namun sang Bibir takkan mampu mencium sang Pipi. Yang dapat mencium pipi kita hanyalah orang lain. Bahkan, saat kematian menjemput, bukankah kita hanya dapat hidup dalam hati dan kenangan mereka yang tertinggalkan? Lantas, apa gunanya materi itu jika kita tak punya hati nurani. Hanya akan jadi kosong yang hanya dapat hidup dalam hitungan menit kemudian terlupa untuk selamanya. Hanya akan terlapis topeng dan tersumpal bualan, bak lidah ular yang bercabang. Namun, hati nurani akan selamanya berupa hati nurani. Takkan ada yang sanggup menggantinya, menutupinya, ataupun memalsukannya.
     Untuk itu, aku ada. Memimpin tiap mereka tuk raih kesuksesan, baik dalam arti materi duniawi maupun materi akhirat. Kalau kau bilang, ularlah yang salah ketika menghasut Hawa yang kemudian memulai keruntuhan manusia, bagiku semuanya sama saja, baik ular, Hawa, Adam, maupun Eden. Tak ada yang lebih salah dari yang lainnya, begitu juga tak ada yang lebih benar. Semuanya merupakan tersangka utama. Oleh karena itu, aku hadir tuk kuatkan agar tahan godaan. Hanya jiwa yang mengasihi yang mampu menolong sesama tanpa harap akan apapun selain sebuah ucapan terima kasih. Hanya ketulusan yang membuat manusia tak saling mendengki lalu saling menjatuhkan.
     Melihat banyak mata kalian menatap, tampaknya banyak tugas yang harus kukerjakan. Tenang saja Kawan, kami akan tetap hadir tuk tiap kalian. Bukalah hati kalian, maka kami akan ada di sana. Sekarang, sudah siapkah kalian untuk mengecap perubahan? Ingat, hanya perlu usaha yang tak sulit tuk jadi seorang yang berguna, dari seorang pemimpi tuk jadi pemimpin. Lantas, apakah kalian masih ingin disibukkan oleh hal-hal semu? Ataukah kalian sudah siap tuk rasakan gejolak kehidupan yang lebih bermakna? Hanya tiap kalian yang mampu menjawabnya... Kini, biarkanlah aku terlelap dalam lautan bintang-bintang sembari menunggu. Ya... menunggu kalian.



Sabtu, 17 September 2011

KAMI ANGGOTA KELAS 87

     Hai Blogger, Apa kabar? BAIK kan? POKOKNYA HARUS BAIK! GA MAU TAU! #maafgila. LANJOOT sekarang gue kasih tau dulu deh apa yang mau gue kasih tau ke kalian semua. Jadi hari tadi pagi gue dapet inspirasi mau nge post tentang anak kelas gue. oke deh langsung aja ya, ga usah banyak basa-basi.

   Khem khem cek suara dulu, nih jadi ada sejarahnya di kelas gue. Pas awal baru masuk sekolah pastinya gue dan seluruh anak kelas 7 yang masih copo copo dateng dengan pakaian yang tak layak pakai, YUPS benar kita kaya orang gila yang lagi mangkal di taman lawang/ehsalah. kita dateng ke sekolah tercinta dengan pakaian SD masing masing bawa tas kardus pake acessoris yang bejibun. nah kebetulah gue berada di gugus 1, kalo lu mau tau siapa yang ngepost ini cari aja anak 87 anak gugus satu itu clue pertama. KENAPA JADI NGOMONGIN MOPD? wah udah gila nih. okeh lanjut nah dimana anak gugus gue yang masuk ke 87 ada 5 orang ga perlu gue sebutin ya, tentunya ada gue salah satunya. kalo gugus yang lainnya gue ga tau.

Ini Absen kelas gue (Copas dari Twitter kelas):

1- Afifah Dhima Khalishah : Anak Paskib, Baik, lucu, pinter, dan saya paling suka pipinya yang bulet soalnya bisa dicubitin
2- Aji Pakerti Handiarto P: Anak Bultang, Gamers, Anaknya ngocol, sahabat setiannya Rahadian, Nico, Revaldi, Nuge, dll
3- Aldera: Anak PMR, Admin ga begitu tau sifatnya, yang paling keliatan itu anaknya pendiam, kalo main sering sama Anggi dan Tami
4- Anggi Rahmadanty: New Comer, yang gue tau dia itu anaknya cantik rambut panjang, tapi agak pendiam. dan dia anak BP
5- Annisa Priantari: Anak bultang Dia Elf sama shawol, Anaknya asik. dan di kelas suaranya paling gede #ampun piss qaqa
6- Anugerah Radifan: Gamers, sering dipanggil nuge, ceesannya Aji Revaldi Nico Rahadian
7- Apriyanti Nur islami: Anak Tedo Anaknya koplak banget, dia masuk ke dalam eteb makers, dia juga pencinta korean drama dan khususnya boyband nya, ya ga?
8- Deka Widya Cahyati: Anak Paskib, pendiem tapi menghanyutkan (bayangin pas ulangan MTK, kita ngeliat nomer satu aja udah pada teriak teriak, pas kita masih nomor lima dia udah selesai) GIMANA GA DEWA? tulisannya rapih lagi
9- Dyon Idrya Putra: Anak Rohis, Gamers.
10- Firasazkia Nadhira Nurathalla: Anak Paskib, Suka banget warna pink, belibers banget. dikelas suka rempong sendiri *pissbro
11- Gabrialle Angela Neve: Anak Dance, Cantik, Tinggi, Rambutnya bagus, duduknya paling depan pojok
12- Gazani Izmar: Anak EC, ketua kelas, suka mondar mandir di kelas maklum KM. Hapenya samsung Galaxy (yang terakhir ga penting banget) Personil Trio Racun
13- Hajar Nur Farhanah: Anak Bultang, cantik, Anak BP juga dia
14- Maera Zeus Irawan: Anak SC (sains club) anaknya jenius dia pendiri Eteb Makers loh!
15- Nico Singgih: Gamers Kalo ngomong nge-rap, pernah digosipin sama Sazki nah dia hapenya i-phone haha (yang terakhir disebutin ga penting banget)
16- Rahadian Raharjo: Gamers, Anaknya ngocol.
17- Pascal Anas Fauzy: Anak Basket, paling cool dikelas, pinter bangettt, digosipin sama Nadya
18- Rahel Antariksa: Anak Bultang, cantik, baik, Shawol paling suka sama minho
19- Rahmanadya Utami K: Anak KIR (ga tau sekarang masih apa engga) pinter banget bikin novel, cantik digosipin sama Pascal Anas #kiwkiw
20- Raissa Almira Khalsum: Anak Dance, Pinter, cantik, Suka dipanggil cumi whahah *pissqaqa
21- Revaldi Wahyu Aji: Anak Futsal, baik tapi kadang kadang ngocol gitu deh
22- Ricky Andi Permana: Anak KIR, salah satu personil Trio Racun, Anaknya giting setres gitu deh, tapi jangan salah pinter juga loh (maaf lagi berbohong)
23- Syifa Kansa Kamilia: Mantan anak dance, sekarang bultang, anaknya cantik, eksis, pinter pula, tinggi juga loh badannya langsing gewlaaaa
24- Tami Theressa Tambunan: Anak Bultang, Suaranyaaaaaaa merdu banget, kalo pas lagi SBK nyanyi kelas hening deh pokoknya
25- Tedy Yohanes Sinaga: Anak Bultang, Anaknya baik, lucu, onyoeh (bacanya diantonim kan) Personil Trio racun juga

    Nah tadi itu sifat-sifat anak kelas gue (Menurut gue) mungkin anak 87 udah tau semua, siapa yang nulis dan bikin blog ini, itu ada yang gue ambil dari Twitter kelas @Ordinary87 sama cacatan Nadya Khairunisa. ya biar lebih jelasnya lagi, gue mau ngasih tau kalo dikelas itu ada Kelompok yang terbentuk namanya TRIO RACUN iya mereka itu suka jailin orang orang dikelas nah ada juga ETEB MAKERS tugas eteb makers itu mengetebkan siswa-siswi dikelas, nah orang yang paling sering dijailin itu namanya ETEBERS, group kedua itu saling berlomba supaya mendapatkan gelar group tereksis dikelas gue tentunya. Oh iya dikelas itu ada beberapa mantan pasangan, mau pun pasangan, bahkan ledekan mau tau?
nih yaa Syifa Kansa Kamilia pernah sama Ricky Andi permana mereka jadian kurang lebih 2 bulan, terus ada Rahadian Raharjo sama Hajar nur Farhanah mereka kurang lebih 2 bulan, Syifa Kansa Kamilia sama Revaldi Wahyu aji mereka sering dibilang pasangan terromantiss *aww mereka udah 2 bulan juga, terus yang sering di  ledekin itu Firasazkia Nadhira Nurathalla sama Nico Singgih, terus Maera Zeus Irawan sama Dyon Idrya putar (maeranya tapi ga mau) Pascal Anas Fauzy sama Rahmanadya Utami Khairunissa (sama sama suka)

    seberapa buruk kalian, seberapa jelek kalian, kalian tetep temen gue dari yang cantik-jelek pinter-bodoh dan gue ga mandang itu semua tapi kesetiaan kalian, dan juga melewati blog ini gue minta PADA BAYAR UANG KAS!!! LOVE YAAA~

Oke deh sekian postingan dari gue, malem malem ngepost kaya kunti depan komputer, dan juga tangan gue udah pegelsss, dan maaf sama semuanya kalo postingan gue ancur abiess dan maaf kalo ada salah salah kata
wassalam...